1. Rizki Material (Harta dan Kebutuhan Fisik)
· Makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, dan harta benda.
· Pekerjaan sebagai sarana mendapatkan nafkah.
· Kesehatan jasmani yang memungkinkan seseorang bekerja.
· Lingkungan dan sumber daya alam (air, tanah, tumbuhan, hewan) yang disediakan Allah untuk manusia.
2. Rizki Non-Material (Spiritual, Ilmu, dan Karunia Hidup)
· Ilmu pengetahuan (baik ilmu dunia maupun agama).
· Ketenangan hati, kebahagiaan, dan ketenteraman.
· Keluarga, teman, dan hubungan sosial yang baik.
· Waktu dan kesempatan untuk beribadah dan berbuat baik.
· Kesehatan rohani (iman, tawakal, rasa syukur).
· Bimbingan hidayah dari Allah (petunjuk agama, kemudahan dalam ketaatan).
3. Rizki Khusus dari Allah
· Rezeki yang halal sebagai berkah.
· Kemudahan dalam kesulitan sebagai bentuk pemeliharaan Allah.
· Anak-anak sebagai amanah dan karunia.
· Kematian yang husnul khatimah sebagai penutup hidup terbaik.
Prinsip Rizki dalam Islam
1. Allah adalah Pemberi Rizki (Ar-Razzaq)
Semua rezeki datang dari Allah, meskipun melalui usaha manusia.
2. Rezeki telah dijamin oleh Allah
Setiap makhluk telah ditetapkan rezekinya, sebagaimana firman-Nya:
"Dan tidak ada suatu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya." (QS. Hud: 6)
3. Usaha dan tawakal
Manusia diperintahkan berusaha, tetapi hasilnya diserahkan kepada Allah.
4. Rezeki yang halal dan berkah lebih utama daripada sekadar kuantitas.
5. Bersyukur akan membuka pintu rezeki tambahan (QS. Ibrahim: 7).
6. Silaturahmi, sedekah, dan istighfar disebutkan dalam hadis sebagai pembuka rezeki.
Tanggung Jawab Manusia Terhadap Rizki
· Berusaha dengan cara halal (bukan dengan menipu, korupsi, atau merugikan orang lain).
· Memenuhi kebutuhan keluarga (nafkah istri, anak, orang tua).
· Bersedekah dan berbagi kepada yang membutuhkan.
· Tidak iri dengan rezeki orang lain, karena Allah membagi rezeki sesuai hikmah-Nya.
Perspektif Spiritual tentang Rizki
· Rezeki bukan hanya harta, tetapi juga kesehatan, waktu, ilmu, dan kesempatan beramal shaleh.
· Ujian dan kesulitan juga bisa menjadi "rezeki" tersembunyi yang meningkatkan derajat spiritual.
· Rizki terbesar adalah iman dan Islam, sebagaimana sabda Nabi Muhammad ﷺ:
"Barangsiapa yang bangun di pagi hari dengan aman dalam jiwanya, sehat badannya, memiliki makanan untuk hari itu, maka seolah-olah dunia telah dikumpulkan untuknya." (HR. Tirmidzi)
Dengan demikian, konsep rizki dalam Islam sangat luas, mencakup segala kebaikan yang Allah berikan di dunia dan akhirat. Kunci utamanya adalah bersyukur, berusaha dengan benar, dan percaya pada pembagian Allah yang adil.